MURATARA – Seorang warga Desa Air Bening, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara, bernama Danang Fitrianto, menjadi korban pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh rombongan yang dipimpin oleh seorang oknum berinisial R. Kejadian tersebut terjadi pada Minggu malam (10/8), sekitar pukul 19:30 WIB.
Berdasarkan keterangan korban, peristiwa ini bermula ketika ia sedang mengantar penumpang dan menemui jalan yang macet. Korban meminta kepada kendaraan yang berada di depannya untuk mendahului agar ia dapat lewat. Namun, permintaan tersebut ditolak oleh pengemudi kendaraan tersebut.
"Tiba-tiba dia ngajak ribut, kita menghindar dan memilih lewat jalan ghorby akan. Tapi sesampainya di depan SD, dia datang bersama tiga orang—satu membawa pisau dan satu lagi membawa senjata api. Beruntung warga melerai, jadi tidak ada perlawanan," ujar Danang Fitrianto dikutip dari media Elpublika.com.
Setelah insiden itu, korban melanjutkan perjalanan mengantar penumpang dan kemudian menuju rumah kepala desa. Namun, tak lama setelah sampai, terduga pelaku datang bersama rombongan yang menggunakan dua mobil penuh. Di lokasi tersebut, pengeroyokan dan penusukan terjadi.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka tusuk yang cukup dalam serta sayatan di bagian belakang sebelah kanan. Korban kini mendapatkan perawatan intensif di RS Ar Bunda Lubuklinggau.
Kapolres Muratara, AKBP Rendy Surya Aditama, SH., SIK., MH., melalui Kapolsek Rawas Ilir, AKP Andri Firmansyah, SH., membenarkan adanya kejadian tersebut.
"Pihak kami menerima laporan dari masyarakat dan langsung menuju TKP. Saat kami tiba, korban sudah mendapatkan pertolongan pertama dari tenaga kesehatan di rumah kepala desa. Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa ini bermula dari kesalahpahaman di jalan, yang akhirnya berujung pada pengeroyokan. Korban hanya mengenal satu orang berinisial R, sedangkan yang lainnya tidak dikenalnya," jelas Kapolsek Andri.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan memanggil sejumlah pihak yang berada di lokasi kejadian, sembari menunggu laporan resmi dari korban.